Berpendidikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya Berpendidikan


Berpendidikan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya, kembali lagi dengan saya si penulis artikel yang merupakan insan biasa. Nah, dikesempatan kali ini saya akan menunjukkan sebuah artikel kepada kalian, yang berjudul “

Berpendidikan

Kenapa seru ? Jawaban dari semua pertanyaan itu akan kalian temukan pada artikel ini. Kaprikornus kalau kalian penasaran. Pastikan kalian baca artikel ini hingga habis ya guys.
Makna pendidikan lebih dari proses transfer ilmu pengetahuan dari guru ke murid. Dan proses pencaian makna pendidikan sesungguhnya ini harus dilakukan oleh semua elemen, termasuk melibatkan masyarakat.
pembahasan wacana insan tidak sanggup dipisahkan dengan pendidikan. Akal dan pikiran serta kelebihan lainnya yang diberikan oleh Tuhan perlu dioptimalkan. Dengan apa? Yaitu dengan Pendidikan.
Memang benar setiap insan mempunyai logika dan pikiran, namun tidak semuanya menggunakannya dengan baik. Akal dan pikiran bisa saja disalahgunakan. Manusia bisa menentukan untuk tidak memakai logika dan pikirannya, dan banyak insan yang tidak memakai logika dan pikirannya secara optimal.

Aku berpikir bahwa pendidikan bukan hanya membahas wacana mencetak seorang insan untuk siap terjun ke kehidupan sesungguhnya, bukan hanya berbicara wacana membekali ilmu dan pengetahuan, dan bukan hanya memenuhi kebutuhan industri dalam mencari pekerja yang handal namun makna dari pendidikan lebih dari itu. Aku memaknai tujuan pendidikan sebagai sarana menciptakan diri insan menjadi seseorang yang mengetahui potensi yang ada di dalam dirinya, mengetahui identitas dirinya. Manusia yang berpendidikan ialah insan yang merdeka dalam pikirannya. Manusia yang sanggup menyebarkan logika dan pikirannya. Pikirannya tidak terbelenggu oleh kepentingan orang selain dirinya sendiri. Orang yang beperndidikan sanggup menentukan kehidupannya atas kemauan dirinya sendiri, bukan alasannya ialah orang lain.
Sebelum kita membahas lebih jauh wacana apa pendidikan, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu pendidikan supaya kita bisa lebih memahami nya. Karena tak kenal maka tak sayang. Yuk pribadi disimak saja.
Kata "pendidikan" mungkin hal yang sudah terdengar biasa pada berakal balig cukup akal ini.
Keberadaan sekolah yang banyak dan pesat perkembanganya menciptakan seseorang sanggup menikmati pendidikan dengan mudah
Ada sekolah yang berstatus negeri ada pula yang swasta, kalau kita bicara wacana pendidikan terutama soal kualitasnya antara sekolah yang negeri atau yang swasta hampir tidak ada bedanya, bahkan tidak sedikit sekolah swasta yang bisa mengungguli sekolah negeri dalam aneka macam keunggulan dan prestasi,tentu kalau berbicara sarana prasana (sarpras) maupun status tenaga pengajar antara sekolah negeri dan swasta akan jarang untuk sama antara keduanya.
Berbicara pendidikan seringkali menggambarkan prestige seseorang. Biasanya orang berpendidikan ialah orang yang sukses, meskipun pengusaha dengan serba-serbi latar belakang pendidikanya  jauh lebih sukses (dalam hal materi).
Dalam KBBI kata pendidikan berasal dari kata 'didik' dan menerima imbuhan 'pe' dan akhiran 'an', maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan ialah proses pengubahan perilaku dan tata laris seseorang atau kelompok orang dalam perjuangan mendewasakan insan melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
"Pengubahan perilaku dan tata laris seseorang" ibarat yang di gambarkan dalam KBBI itulah inti dari pendidikan. Pertanyaanya mengapa sikap? Mengapa tata laku? Mengapa bukan material seseorang, bila memang dengan pendidikan bisa menciptakan seseorang sukses?
Karena perilaku dan tata laris seseorang lebih dihargai orang lain dari hanya sekedar gelar pendidikanya, benarlah bahwa "adab itu diatas ilmu", orang yang berpendidikan sekalipun bila tidak punya perubahan perilaku dan tata laris yang baik akan tidak dipandang orang sekalipun tinggi pendidikanya dan sukses orangnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat tidak peduli setinggi apapun pendidikanya, orang yang bisa memanfaatkan pendidikanya dengan baik serta bisa menjaga perilaku dan tata lakunya dengan baik dan menjadi lebih oke yang akan disenangi oleh masyarakat dan dianggap sebagai seorang yang berpendidikan dan "sukses".
Orang yang berpendidikan tentu tidak melulu menghubungkan arti kesuksesan dengan financi seseorang. Melalui pendidikan yang kita miliki, mungkin makna kesuksesan yang kita pahami selama ini standarnya terlalu tinggi, sementara di masyarakat orang yang sukses ialah  orang yang bisa berbuat baik untuk keluarga, tetangga maupun orang lain dalam cakupan yang lebih luas, tidak mengusik dan menganggu kehidupan orang lain, bisa menunjukkan manfaat, kesejukan, serta bisa mentransferkan energi kasatmata  bagi sesama itu  adalah orang berpendidikan yang sebenarnya.
Menurut A.A. Milne, To the uneducated, an A is just three sticks. 
Bagi orang yang tidak berpendidikan, aksara A hanyalah sebuah tiga garis. Selamilah makna pendidikan yang sesungguhnya biar tau apa itu pendidikan yang sebenarnya.
Pendidikan diharapkan bisa membentuk kita menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan dan sesama, alasannya ialah banyak orang yang berpendidikan tapi lupa bahwa ada hak orang lain yang dilarang diambil, ada hak orang lain yang Allah titipkan kepada kita dan itu harus kita keluarkan untuk mereka, ada perasaan dan keberagaman yang harus terus dipupuk dan dijaga. Tidak perlu menjadi pohon yang terlalu tinggi, tapi jadilah pohon yang rindang.
Saya beritahu kepada kalian semua apa itu pendidikan, kita mulai arti pendidikan dari Undang – Undang, sesudah dari Undang – Undang sesudah itu kita bahas berdasarkan para jago yang ada.
Pengertian pendidikan yaitu suatu proses pembelajaran pengetahuan, kemampuan serta keterampilan yang dilihat dari kebiasaan setiap orang, yang menjadi materi warisan dari orang sebelumnya hingga sekarang.
Disini dijelaskan bahwa pengertian pendidikan sangat dibutuhkan dalam penunjang pengetahuan serta penelitian ataupun pelatihan.
Ada yang menyampaikan bahwa pendidikan ialah suatu perjuangan sadar dengan cara yang sistematis dan dinamis. Hal ini sebagai tujuan mewujudkan pembelajaran serta meningkatkan potensi dari setiap akseptor didik.
Arti pendidikan berasal dari bahasa inggris yaitu Education, dimana dari bahasa latinnya yaitu Eductum. Dengan artian kata “E”  yaitu sebuah proses perkembangan dari dalam keluar kemudian kata “Duco” dengan artian yang sedang berkembang.
Jadi Pendidikan ialah proses kemampuan serta keahlian diri yang terus berkembang terus menerus secara individual. Hal ini sanggup diambil kesimpulan bahwa pengetahuan akan terus selalu ada dan tidak akan pernah hilang, ibarat yang dijelaskan dalam arti pendidikan.
Menurut kamus besar bahasa indonesia pengertian pendidikan ialah sebuah proses ataupun tahapan dalam pengubahan perilaku serta etika maupun tata laris seseorang atau kelompok dalam orang dalam meningkatkan contoh pikir insan melalui pengajaran dan training serta perbuatan yang mendidik.
Hal ini berkaitan dengan tujuan bahwa arti pendidikan bukan hanya sebagai proses ataupun sistem transfer knowledge saja akan tetapi sebagai proses pengubahan etika, norma ataupun susila dari setiap akseptor didik.
Beberapa para jago yang mempunyai definisi tersendiri dari pengertian pendidikan. Dengan landasan serta pemikiran yang berkaitan dengan sisi pendidikan tertentu. Nah inilah beberapa pengertian pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli, yang bisa dijadikan acuan pendukung dalam menunjang pengetahuan, yaitu :
  1. Ki Hajar Dewantara
Definisi pendidikan berdasarkan ki hajar dewantara ialah proses penunjang kekuatan kodrat sebagai insan yang mempunyai akal, dalam menguasai pengetahuan pada akseptor didik. Dengan tujuan insan sanggup meninggikan derajatnya melalui pendidikan yang setinggi-tingginya.
  1. Martinus J Marimba
Mengemukakan pengertian pendidikan sebagai sarana membantu atau menolong setiap orang biar sanggup melakukan hidupnya dengan baik. Selain itu juga sanggup menentukan tujuan hidup sesuai yang dibutuhkan dan menjadi pribadi yang mandiri. Salah satu upaya mendidik serta mambantu meningkatkan taraf berpikir menuju kedewasaan.
  1. G. Thompson
Pengertian pendidikan yang dikemukakan oleh G. Thompson yaitu sebagai efek berpengaruh terjadinya perubahan pada setiap jati diri manusia. Kemudian yang menghasilkan pemikiran-pemikiran serta penelaran setiap manus yang berbeda. Dengan hal itulah pendidikan sanggup berjalan dan ilmu pengetahuan sanggup berkembang dan meluas.
  1. John Dewey
Pengertian pendidikan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan berdasarkan Jhon Dewey yaitu suatu proses yang membersamai pengembangan, peningkatan serta pertumbuhan yang terus menerus. Tanpa harus adanya tujuan selesai belakang. Dimaknai dari hal ini yaitu memang pada hakikatnya dunia pendidikan tidak akan pernah habis dari dunia.
  1. Pada Undang-Undang Dasar yang tertera pada No 20 Tahun 2003 wacana sistem pendidikan nasional mengemukakan bahwa, pengertian pendidikan ialah perjuangan sadar dan berkala untuk mewujudkan suasana mencar ilmu dan proses pembelajaran supaya siswa sanggup aktif menyebarkan contoh pikir dirinya untuk mempunyai kekuatan nilai religius, mengontrol diri, jati diri, etika, serta keterampilan yang diharapkan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Maksudnya ialah suatu kesadaran insan dalam berusaha untuk mewujudkan sistematis pembelajaran yang aktif dan efisien. Kemudian sebagai wadah untuk menyebarkan bakat,menggali potensi diri, mengetahui jati diri serta membekali diri dalam hidup bermasyarakat.
Dan ada beberapa tujuan dari pendidikan itu sendiri ? Penasaran ? Yuk disimak dibawah sini.
Tujuan pendidikan dari beberapa sumber hukum, yaitu:
  1. Menurut Undang-Undang No 2. (1985 ) ialah untuk meningkatkan contoh pikir dalam hidup berbangsa  dan membentuk masyarakat yang seutuhnya, yaitu meningkatkan ketakwaan, mempunyai ilmu pengetahuan, mempunyai jati diri yang tauladan, jati diri yang aktif, dan bertanggungjawab terhadap bangsa. 
  1. Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 wacana sistem pendidikan nasional, menerakan tujuan pendidikan yaitu untuk menyebarkan potensi akseptor didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beretika serta norma, mempunyai ilmu pengetahuan, sfektif dan efisien, dalam menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
  1. Menurut MPRS No. 2 Tahun 1960, tujuan pendidikan ialah membentuk insan yang berjiwa Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan isi Undang-Undang Dasar 1945.
Jadi, tujuan pendidikan intinya sebagai wadah ataupun sarana yang menyebarkan kepribadian serta potensi diri dalam meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan.
Setelah dari pengertian pendidikan serta dengan tujuannya, kita akan bahas juga mengenai fungsi dari pendidikan itu sendiri. Yuk disimak juga.
Fungsi pendidikan sangat berkaitan dengan pengertiannya, alasannya ialah apabila bertentangan akan menjadi salah artian dalam menuntut ilmu. Secara umum fungsi dari pendidikan yaitu yang membentuk diri baik dari kemampuan, keahlian, etika dan susila yang menjadi lebih baik.
Kemudian menjadi sarana untuk membekali diri untuk menghadapi dunia bermasyarakat. Hal itu alasannya ialah yang dibutuhkan oleh dunia masyarakat bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan yang luas akan tetapi adanya etika dan adab. Beberapa pengertian pendidikan berdasarkan fungsinya yang dikemukakan oleh para jago ataupun pakar pendidikan.
  1. Horton dan Hunt. Menurut Horton dan Hunt, fungsi pendidikan ialah mempersiapkan insan biar sanggup mampu berdiri diatas kaki sendiri dan mencari nafkah untuk dirinya sendiri, Mengembangkan contoh pikir serta potensi diri dalam menyebarkan minat dan talenta akseptor didik sesuai yang dibutuhkan masyarakat, Membantu menghidupkan serta melestarikan kebudayaan dalam bermasyarakat, serta menanamkan keterampilan dan keahlian partisipasi dalam demokrasi.
  2. David Popenoe. Menurut David Popenoe wacana fungsi pendidikan adalah  sebagai bentuk trensfer cultur ataupun pemindahan kebudayaan dari generasi sebelumnya hingga sekarang, lebih aktif dan ikut serta dalam memilah insan sebagai pemain film sosial, kemudian aktif dalam berkontribusi terhadap pembangunan taraf berpikir, serta menimbulkan nilai sosial yang tinggi dalam menguasai ilmu pengetahuan.
Jadi apabila kalian sudah menerjuni dunia pendidikan, walaupun kalian pertama – tama mencicipi bahwa pendidikan itu membosankan, saya yakin lambat laun kalian akan menikmati pendidikan itu sendiri dengan cara kalian sendiri. Itu niscaya ! Kaprikornus kiprah kalian carilah sesuatu cara biar pendidikan yang kalian jalani itu tidak membosankan sama sekali.
Semangat semua ! Saya yakin itu bisa !
Semangat ! 
Mohon maaf apabila ada kesalahpahaman atau kesalahan dalam penulisan kata, mohon dimaafkan. Karena saya ialah seorang insan biasa, tolong dimaafkan.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar