Full Day School Menjamin Kurun Depan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya Full Day School Menjamin Masa Depan

Full Day School Menjamin Masa Depan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya, kembali lagi dengan saya si penulis artikel yang merupakan insan biasa. Nah, dikesempatan kali ini saya akan memperlihatkan sebuah artikel kepada kalian, yang berjudul “ Full Day School, Menjamin Masa Depan ? “ Nah ini ialah topik seru yang ingin saya bahas di kesempatan kali ini, alasannya jadwal full day school, gres dilaksanakan dikala pada pemerintahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pak Muhadjir Effendy yang ingin melaksanakan jadwal full day school ini, dan berhasil ia resmikan dan laksanakan pada pemerintahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang ia pegang, dan masih berjalan hingga dikala ini, jadwal full day school nya.
Sistem jam sekolah full day school beberapa waktu kemudian marak diperbincangkan. Ada pihak yang mendukung alasannya melihat laba dan keuntungannya untuk anak, tapi ada pula ada juga yang menentang.
Nah sebelum kita membahas lebih jauh wacana topik ini, alangkah baiknya kalau kalian memahami arti bergotong-royong dari full day school terlebih dahulu.
Full Day School menerapkan suatu konsep dasar “ Integrated-Activity” dan “Integrated-Curriculum”. Model ini yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dalam Full Day School semua jadwal dan kegiatan siswa di sekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas dalam sebuah sistem pendidikan.
Full day school adalah sistem KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang dicanangkan oleh Kemendikbud RI pada tahun 2017 silam. Dari sisi arti harfiahnya, full day school berarti sekolah satu hari penuh. Definisi inilah yang masih sering disalahpahami oleh khalayak ramai. Meski “ meminjam nama ” full day. Full Day School sendiri berasal dari bahasa Inggris. Full artinya penuh, day artinya hari, sedang school artinya sekolah. Makara pengertian full day school ialah sekolah sepanjang hari atau proses berguru mengajar yang diberlakukan dari pagi hari hingga sore hari. Kegiatan berguru mengajar dari sistem ini tidak berlangsung nonstop dari pagi hingga malam. Pada rilis Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 dijelaskan bahwa full day school artinya hari sekolah harus berlangsung 8 jam per hari dari Senin hingga Jumat mulai pukul 06.45-15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Durasi KBM ini juga sesuai dengan kurikulum tahun 2013.
Dengan demikian, sekolah sanggup mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, diubahsuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi. Hal yang diutamakan dalam full day school ialah pengaturan jadwal mata pelajaran dan pendalaman.
Meski demikian, berdasarkan Ari Santoso, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, sistem sekolah seharian tidak diimplementasikan merata di seluruh sekolah. Pemerintah membebaskan untuk setiap sekolah memulai sendiri penerapan jadwal KBM ini.
Sekolah juga bisa melaksanakan sistem sekolah full day school ini secara bertahap, tidak harus langsung. Tidak lupa juga harus diubahsuaikan dengan kemampuan, fasilitas, dan sumber daya insan di masing-masing sekolah.
Sedangkan full day school berdasarkan Sukur Basuki ialah sekolah yang sebagian waktunya dipakai untuk program-program pembelajaran yang suasana informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan penemuan dari guru.


Dalam hal ini Sukur berpatokan pada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa waktu berguru afektif bagi anak itu hanya 3-4 jam sehari (dalam suasana formal) dan 7-8 jam sehari (dalam suasana informal).

Full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran agama secara intensif yaitu dengan memberi perhiasan waktu khusus untuk pendalaman agama siswa. Dengan jam perhiasan dilaksanakan pada jam sesudah sholat dhuhur hingga sholat ashar, simpel nya sekolah model ini masuk pukul 07:00 WIB dan pulang pada pukul 15 : 30.
Menurut Sismanto, full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran Islam secara intensif yaitu dengan memberi perhiasan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa. Biasanya jam perhiasan tersebut dialokasikan pada jam sesudah sholat Dhuhur hingga sholat Ashar, sehingga simpel sekolah model ini masuk pukul 07.00 WIB pulang pada pukul 16.00 WIB.
Secara Umum sistem full day school ialah komponen-komponen yang disusun dengan teratur dan baik untuk menunjang proses pendewasaan insan (peserta didik) melalui upaya pengajaran dan pembinaan dengan waktu di sekolah yang lebih panjang atau usang dibandingkan dengan sekolah-sekolah pada umumnya.
Titik tekan pada Full Day School ialah siswa selalu berprestasi berguru dalam proses pembelajaran yang berkualitas yakni diperlukan akan terjadi perubahan positif dari setiap individu siswa sebagai hasil dari proses dan acara dalam belajar. Adapun prestasi berguru yang dimaksud terletak pada tiga ranah, yaitu :
  1. Prestasi yang bersifat kognitif. Adapun prestasi yang bersifat kognitif menyerupai kemampuan siswa dalam mengingat, memahami, menerapkan, mengamati, menganalisa, menciptakan analisa dan lain sebagianya. Konkritnya, siswa sanggup menyebutkan dan menguraikan pelajaran ahad lalu, berarti siswa tersebut sudah sanggup dianggap mempunyai prestasi yang bersifat kognitif.

  1. Prestasi yang bersifat afektif. Siswa sanggup dianggap mempunyai prestasi yang bersifat afektif, kalau ia sudah bisa bersikap untuk menghargai, serta sanggup mendapatkan dan menolak terhadap suatu pernyataan dan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

  1. Prestasi yang bersifat psikomotorik Yang termasuk prestasi yang bersifat psikomotorik yaitu kecakapan eksperimen lisan dan nonverbal, keterampilan bertindak dan gerak. Misalnya seorang siswa mendapatkan pelajaran wacana susila sopan santun kepada orang lain, khususnya kepada orang tuanya, maka si anak sudah dianggap bisa mengaplikasikannya dalam kehidupannya.

Dan apa sih tujuan nya dari full day school ? Yuk disimak baik – baik.
Sistem full day school dibuat untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara menunjang proses KBM secara lebih menyeluruh serta menjangkau setiap aspek dari perkembangan akademis siswa.
Meningat siswa akan menghabiskan waktu yang lebih banyak di sekolah, mereka diperlukan tidak hanya akan mendapatkan proporsi pendalaman teori yang lebih banyak tapi juga lewat aplikasi ilmu secara nyata.
Pemerintah mengharapkan bahwa acara sekolah seharian penuh menyerupai ini sanggup menghadirkan cara berguru yang menyenangkan, interaktif, dan praktis. Sekolah bukan hanya daerah tatap muka sambil duduk berguru saja.
Jadi selain kegiatan berguru mengajar di kelas, penerima didik juga akan mendapatkan waktu kegiatan ekstrakurikuler yang sanggup mendukung keterampilan emosional, psikologis, serta sosialnya. Contohnya, ekskul mengaji (jika di sekolah islam), pramuka, palang merah, atau jenis ekskul lainnya terkait minat seni dan olahraga.
Pemerintah juga menganjurkan kegiatan berguru mengajar diisi dengan kegiatan menyenangkan lain yang berafiliasi dengan pendidikan. Misalnya menyerupai karyawisata ke museum untuk berguru budaya bangsa, menghadiri pertunjukan seni budaya, hingga menonton atau terlibat dalam kompetisi sportif.
Selain itu, sistem sekolah satu hari penuh dicanangkan untuk mencegah dan menetralisir kemungkinan siswa terlibat dalam kegiatan-kegiatan nonakademis yang menjerumus pada hal negatif.
Jadi dari klarifikasi yang saya sudah terangkan dan saya sudah beritahu kepada Anda, ada gak sih kelebihan serta kekurangan nya dari sistem full day school ini ? ADA GUYS TERNYATA.
Kelebihan dari sistem ini adalah
  1. Siswa memahami materi pelajaran lebih dalam

Belajar satu hari penuh artinya setiap materi pemikiran akan dikupas secara lebih mendetil dan menyeluruh. Jika yang tadinya satu mata pelajaran hanya berlangsung 1-1,5 jam dalam sehari, full day school memungkinkan adanya penambahan jam pelajaran hingga 2,5 jam sehari.
Hal ini dirasa Kemendikbud akan menguntungkan bagi penerima didik alasannya mereka bisa mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk memahami materi tersebut. Terutama pada mata pelajaran eksak menyerupai matematika, fisika, kimia, atau pun bahasa asing.
Para guru juga bisa punya waktu lebih untuk membuka sesi tanya jawab dengan siswanya demi memastikan semua betul-betul memahami materi pelajaran.
  1. Orang bau tanah tak perlu cemas
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu tujuan sekolah satu hari penuh ialah untuk menjamin belum dewasa terhindar dari kegiatan-kegiatan di luar sekolah yang berbau negatif. Terlebih tidak semua orangtua punya waktu untuk mengawasi anaknya sehabis pulang sekolah.
Setelah jam sekolah usai, kemungkinan anak akan tetap menghabiskan waktunya untuk ikut ekskul di lingkungan sekolah dan juga tetap di bawah pengawasan guru sehingga ortu tak perlu cemas lagi anaknya keluyuran hingga malam.
  1. Anak bisa berakhir pekan bersama keluarga
Saat anak dan orang bau tanah sama-sama sibuk berguru dan bekerja, di selesai pekan bakal menjadi hari yang ditunggu-tunggu.
Dengan full day school, jadwal KBM dipadatkan untuk 5 hari saja (Senin-Jumat) sehingga sekolah tidak perlu lagi mewajibkan siswa masuk sekolah pada hari Sabtu. Menurut Ari Santoso, anak bisa bisa mengakibatkan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari khusus bersama keluarga.
Dan dari sistem full day school ini, ada kekurangan nya juga lho guys. Yuk disimak baik – baik.
  1. Anak tidak makan dan tidur secara teratur
Di luar belajar, makan dan tidur ialah kebutuhan utama anak yang tidak bisa diganggu gugat. Tidur memperkuat proses otak menyimpan informasi gres sebagai memori jangka panjang sehingga semua materi yang mereka pelajari di sekolah tadi sanggup mudah mereka ingat kembali di waktu akan datang. Sementara itu, makan menyediakan energi bagi otak untuk bekerja menyerap, mengolah, dan menyimpan informasi.
Ironisnya, sistem sekolah seharian penuh dirasa menomorsekiankan dua kebutuhan utama anak ini. Waktu masuk sekolah yang kepagian (umumnya mulai 06.30 pagi) riskan menciptakan anak mau tidak mau jadi melewatkan sarapan, atau hanya makan seadanya.
Akhirnya mereka jadi tidak mempunyai cadangan energi yang cukup untuk memproses materi pelajaran di sekolah. Terlebih, tidak semua sekolah mempunyai akomodasi katering makan siang atau kantin dengan pilihan makanan padat gizi dan bervariasi sehingga anak cenderung tetap jajan sembarangan.
Di sisi lain, sekolah hingga sore artinya siswa jadi kehilangan waktu berharga untuk istirahat dan tidur. Tidak sedikit pula siswa sekolah yang lanjut mengikuti les atau bimbel di daerah lain sesudah pulang sekolah hingga malam hari. Anak pun jadi tidak punya waktu untuk tidur malam yang cukup, padahal esok harinya harus kembali berdiri pagi-pagi buta untuk berangkat sekolah.
  1. Anak lebih mudah sakit
Jadwal tidur dan makan yang berserakan berbahaya untuk mental dan fisik anak ke depannya. Anak sekolah yang kurang tidur terbukti cenderung tidak menonjol dalam bidang akademis. Mereka juga lebih mungkin untuk tertidur di kelas selama pelajaran berlangsung.
Kurang makan dan tidur juga meningkatkan risiko anak lebih mudah sakit maag atau flu sehingga tidak bisa masuk sekolah, hingga risiko problem kesehatan serius seperti kolesterol tinggi dan obesitas.
  1. Anak rentan stress
Capek berguru sama halnya dengan capek bekerja bagi orang dewasa. Seluruh tenaga habis dikerahkan untuk bisa memahami “serbuan” informasi gres tanpa henti. Anak juga dipaksa untuk menjalani rutinitas panjang ditambah beban PR dan ulangan tiap beberapa bulan, hingga adanya ancaman tidak bisa naik kelas apabila mereka tidak mendapatkan nilai bagus.
Terlebih anak juga jadi mendapatkan waktu istirahat dan bermain yang minim alasannya diharuskan mengikuti banyak sekali kegiatan perhiasan di luar sekolah, termasuk ekskul dan les bimbel.
Hal ini lambat laun akan menciptakan otak kewalahan dan sangat kelelahan sehingga menciptakan anak rentan stres. Stres buruk dampaknya untuk anak. Sudah banyak studi ilmiah yang melaporkan bahwa anak sekolah yang tidur kurang dari enam jam per malam dilaporkan tiga kali lebih mungkin untuk menderita depresi.
Gangguan psikologis menyerupai ini dalam jangka panjang sanggup meningkatkan risiko problem sikap anak di sekolah, menyerupai membolos dan coba-coba narkoba atau miras, hingga pemikiran atau upaya bunuh diri.
  1. Belum menjadi jaminan prestasi akademik sang anak meningkat
Gagasan full day school berpatokan dari teori yang menyatakan bahwa waktu berguru yang paling optimal buat anak ialah 3-4 jam sehari dalam suasana formal dan 7-8 jam sehari dalam suasana informal.
Meski begitu, data lapangan yang ada justru menyatakan sebaliknya. Durasi KBM di sekolah-sekolah Indonesia termasuk yang paling panjang di dunia, bahkan sesudah dibandingkan dengan negara lain yang terobsesi dengan pendidikan menyerupai Singapura atau Jepang. Di Singapura misalnya, usang durasi 1 mata pelajaran rata-rata hanya 45 menit per sesi sementara di Indonesia bisa hingga 90-120 menit.
Kenyataannya, durasi sekolah yang usang belum tentu mencerminkan hasil akademis yang sejalan lurus sama baiknya. Nilai rata-rata yang ditunjukkan pelajar Indonesia sesudah berguru nonstop 8 jam lebih  tetap lebih rendah daripada pelajar Singapura yang notabene hanya berguru 5 jam.
Nah itulah sekian dari kelebihan serta kekurangan nya dari full day school. Dari kelebihan sistem full day school ini, ternyata banyak juga kekurangan nya dari sistem full day school ini.
Jadi kita harus bagaimana ?
Kelebihan dan kekurangan yang sudah saya tulis, bisa menjadi pertimbangan Anda dalam menentukan sekolah untuk anak Anda. Mungkin Anda bisa membantu mencarikan sekolah full day yang sekaligus meliputi kegiatan ekstrakurikuler seru sehingga anak masih sanggup berkembang dengan bermain dan melaksanakan hobinya sekaligus mengurangi stres dikala belajar.
Nah itulah sekian dari saran saya mengenai sistem full day school ini. Semoga pemerintah bisa menerapkan sistem pendidikan yang sederhana tetapi mempunyai manfaat yang luar biasa menyerupai negara lain.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar