Kebodohan Ialah Sesuatu Yang Harus Disesali

Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali


Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua nya, kembali lagi dengan saya si penulis artikel yang merupakan insan biasa. Nah, dikesempatan kali ini saya akan memperlihatkan sebuah artikel kepada kaliam, yang berjudul “ Kebodohan Adalah Sesuatu Yang Harus Disesali “ . Kenapa harus disesali ? Semua tanggapan itu akan kalian temukan di artikel ini, jadi so stay tune untuk membaca artikel.ini hingga habis. Selamat membaca.
Kita bersepakat bahwa kebodohan ialah musuh bagi kemanusiaan yang harus diperangi.

Karena insan bisa diangkat derajatnya begitu tinggi oleh Allah semata-mata lantaran insan diberikan nalar untuk berfikir dan berguru sehingga ia bisa keluar dari gelapnya kebodohan.
Namun kita mungkin keliru mengartikan kebodohan yang hakiki dengan memahaminya sebagai ketidakmampuan membaca dan menulis, atau miskin wawasan, lantaran dalam islam ada pengertian tersendiri wacana makna kebodohan yang hakiki.
Kebodohan hakiki seorang insan berdasarkan islam bukanlah dikala ia tidak bisa membaca dan menulis atau kurang cepat menghafal dan gampang lupa. Karena hal itu bukanlah inti dari kebodohan. Sebab mungkin saja orang yang tidak bisa membaca atau menulis bukan lantaran ia bodoh tapi lantaran tidak punya kesempatan untuk berguru dan bersekolah atau tidak punya biaya. Tapi kebodohan yang hakiki berdasarkan islam ialah dikala seseorang enggan mendapatkan kebenaran islam yang sudah diketahuinya.
Adalah Amr bin Hisyam, tokoh terkemuka suku Quraisy yang dikenal dengan Abu Jahal bisa dijadikan teladan dalam hal ini. Abu Jahal sendiri ialah julukan yang berarti biangnya kebodohan. Dari julukannya itu, kita memahami bahwa seakan tidak ada orang yang paling bodoh di bumi ini melebihi Abu Jahal. Padahal secara kognitif, ia bukanlah orang bodoh dan terbelakang.
Ia bukan jg seorang yang miskin wawasan. Dia cowok cerdas yang benasab tinggi yang berasal dari suku terkemuka Bani Makhzum. Kaumnya bahkan memberi kuniyah Abu Al-Hakam (Seorang yang jitu pedoman dan keputusannya). Dalam perkumpulan bersama kaumnya, pendapat dan arahannya sering kali dijadikan pertimbangan dan rujukan. Bahkan lantaran saking hebatnya, kecerdasan usulannya pun mendapatkan pengukuhan dari iblis
Sebelum kita bahas itu apa itu kebodohan dan yang lain nya, kita harus bahas dulu arti dari sebuah Kebodohan dan yang lainnya. Yuk disimak.
Kepandaian ialah kelicikan yang menyamar. Kebodohan ialah kebaikan yang bernasib buruk. Begitu ujar Emha Ainun Nadjib di bukunya Opini Plesetan.
Masyarakat kita cenderung bahagia memaki. Jika memaki, kata-kata yang paling sering muncul ialah kata bodoh, dungu, dan segala turunannya. Begitu mudahnya kata ini, yang hanya terdiri dari 5 hurup, b-o-d-o-h, maka sering meluncur dari lisan atau goresan pena status dan komentar di media sosial.
Kata ini sebenarnya, kata yang netral dan bebas, merujuk pada kondisi seseorang atau objek yang dinilai. Dia tidak dimaksudkan untuk memaki, hanya sekedar untuk memperlihatkan situasi dan kondisi objeknya.
Tetapi dalam penggunaannya, diksi “bodoh” dan sejenisnya dipakai untuk memaki, menyerang, menghina dan bahkan merendahkan orang lain. Padahal sejatinya, mereka yang menyampaikan bodoh kepada orang lain, tidak lain tengah memperlihatkan keadaan bodoh pada diri sendiri. Makara jangan gembira dulu dikala bisa memaki orang lain bodoh, lantaran itu tidak lain ialah bodoh yang menempel dengan given di dalam diri sendiri.
Mengapa demikian, bodoh dan kebodohan ialah kata berupa barang gratisan yang didapat “diemper jalan” dengan mudah. Dengan demikian, bodoh bisa menghinggapi siapa saja, dalam situasi dan kondisi tertentu yang dialami oleh seseorang.
Nah, niscaya kalian resah kan mengenai apa itu pengetahuan, ilmu, dan kebodohan. Oleh lantaran itu, saya akan bahas. Simak baik – baik.
Kita mulai dari Pengetahuan dulu ya guys.
Pengetahuan berasal dari kata “tahu”. Dalam bukunya, Tahu dan Pengetahuan, Poerwadarminta menjelaskan, bahwa tahu ialah kondisi mental mengenai mengetahui. Pengetahuan mengandung arti sebagai segala sesuatu yang diketahui.
Untuk mempunyai pengetahuan, kita tidak perlu mengikuti mekanisme tertentu. Misalnya, Ani mengetahui bahwa sekolah SMPN 95 terletak di jalan Gorontalo. Ani mengetahui jalan menuju ke sana dengan jalan tertentu. Tetapi bila Ani memakai jalan yang lain juga bisa dan hingga di Sekolah Menengah Pertama kita itu. Itulah pengetahuan.
Setelah dari pengetahuan, kita bahas juga apa itu ilmu guys, simak baik – baik ya.
Sedangkan ilmu ialah pengetahuan yang khusus. Pengertian khusus mengandung arti dalam cara memperolehnya. Disebut ilmu, dalam kategori efistemologi keilmuan, lantaran ia mempunyai metodologi keilmuan dan memperoleh ilmu hanya bisa dilakukan dengan cara tententu mengikuti alur kerangka kerja dan berpikir keilmuan.
Dengan demikian, sekali lagi ilmu ialah pengetahuan yang khusus,

cara memperolehnya juga dengan cara yang khusus. Sedangkan pengetahuan ialah segala yang kita ketahui dan memperolehnya tidak terikat dengan cara tertentu.
Oke itu lah kira – kira arti dari pengetahuan dan ilmu, kini kita akan bahas apa itu kebodohan ? Apasih kebodohan ? Oke disimak ya semuanya.
Lalu bagaimana dengan kebodohan. Dalam filsafat ilmu, Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Suatu Pengantar, sambil mengutip para filsuf menyampaikan bahwa, insan dengan pengetahuannya dikelompokkan ke dalam empat kategori.
Pertama, insan yang mengetahui bahwa ia mengetahui. Ini ialah insan yang pintar. Ia mengetahui wacana sesuatu yang ia ketahui. Sehingga ia selalu berbicara wacana apa yang diketahuinya. Ia menghindari berbicara wacana apa yang tidak diketahuinya. Sederhana sekali yang disebut pandai itu.
Kedua, insan yang mengetahui bahwa ia tidak mengetahui. Ini insan bijaksana. Pengetahuannya bahwa ia tidak mengetahui mengakibatkan ia bijaksana dan berhati hati. Ia menjadi tidak sok tahu dan bahkan jauh dari perilaku semacam itu.
Ketiga, insan yang tidak mengetahui bahwa ia mengetahui. Inilah orang yang (maaf) bodoh. Dia sesungguhnya mengetahui, tetapi dia tidak mengetahui wacana apa yang diketahui. Maka pengetahuan yang dimilikinya tidak berfungsi lantaran tidak bisa dimanfaatkan olehnya.
Keempat, insan yang tidak tahu bahwa ia tidak mengetahui. Inilah sesungguhnya insan yang celaka. Ia tidak mengetahui wacana apa yang tidak ia ketahui, sehingga ia menjadi dan merasa mengetahui atau sok tahu. Manusia demikian biasanya hanya ditertawakan dalam kehidupan. Orang cenderung menyerah dan menghindarinya.
Maka, bisa disimpulkan bodoh dan kebodohan itu ialah kondisi mental wacana pengetahuan pada diri seseorang. Orang yang tidak mempunyai pengetahuan belum tentu bodoh bila ia mengetahui bahwa ia tidak mengetahui. Mereka yang (merasa) pandai akan terlihat bodoh dikala menghakimi orang lain sebagai bodoh.
Kebodohan ialah penyakit individu dalam masyarakat. Dalam skala yang luas, bila masyarakat bisa menjadi bodoh, dikala masyarakat mengalami anomali dalam berpikir, maka kebodohan sanggup berkembang pada masyarakat.
Apa memang ada, sebuah kebodohan yang tidak bisa diobati ? Menurut agama Islam ternyata ADA. Penasaran ? Yuk disimak ya.
Dalam kitab Ayyuhal Walad, Imam al-Ghazali menyampaikan bahwa ada empat macam jenis kebodohan, satu di antaranya bisa diobati sedangkan tiga yang terakhir tidak akan bisa terobati. Tiga kebodohan yang tidak bisa diobati tersebut di antaranya adalah
  1. Pertama, orang yang bertanya lantaran dengki dan benci. Ketika pertanyaan orang tersebut engkau jawab dengan tanggapan yang baik, fasih dan terang justru semakin menambah kebencian, permusuhan dan kedengkiannya kepadamu. Maka cara terbaik untuk menghadapinya ialah sebaiknya engkau berpaling darinya dan tidak usah merepotkan dirimu dengan menjawab pertanyaannya.
Sebagaimana ucapan sang penyair yang berkata
كل العداوۃ قد ترجي ازالتها الا ازالۃ من عادك اعن حسد
“Sesungguhnya setiap permusuhan bisa diperlukan hilangnya, kecuali permusuhannya orang yang memusuhimu lantaran dengki”
Sebaiknya hindarilah perilaku hasud atau dengki alasannya dengki dalam setiap ucapan dan perbuatan bisa mengkremasi semua ladang amal seseorang, sebagaimana sabda Rasul
الحسد ياكل الحسنات كما تاكل النار الخطب
“Hasud itu sanggup memakan amal kebaikan menyerupai api melahap atau mengkremasi kayu kering” .
  1. Kedua, bila penyakit bodohnya berupa hamaqah atau kedunguan, maka juga tidak bisa diobati. Sebagaimana ucapan Nabi Isa:
انما عجزت عن احياء الموتي وقد عجزت عن معالجۃ الحمق
“Sesungguhnya bukannya saya tidak bisa menghidupkan orang yang mati, tetapi saya tidak bisa mengobati orang yang dungu”
Menurut Imam al-Ghazali, penyakit dungu yaitu seorang pria yang gres berguru ilmu nalar atau ilmu syariat kemudian bertanya kepada orang yang alim yang telah menghabiskan umurnya dalam waktu usang mempelajari ilmu-ilmu nalar dan syariat. Orang dungu tersebut tidak tahu dan menyangka bahwa permasalahan yang musykil baginya juga musykil bagi orang alim yang agung.
Ketika dia tidak mengetahui tingkatannya dan bertanya untuk menguji lantaran kedunguannya, maka sebaiknya tidak usah merepotkan dirimu untuk menjawab pertanyaan orang itu.
  1. Ketiga, seseorang yang bertanya untuk meminta petunjuk. Namun setiap ada ucapan orang alim yang tidak bisa dipahaminya, ia merasa itu lantaran sempitnya pemahaman sang alim. Orang menyerupai ini biasanya ialah orang bodoh yang sombong maka tidak perlu menjawabnya.
Atau bila tidak,  dia memang bertanya untuk memperlihatkan faedah kepada dirinya namun lantaran dirinya seseorang yang bodoh maka dia tidak bisa memahami hakikat suatu masalah. Sebaiknya engkau tidak perlu merepotkan dirimu untuk menjawab orang tersebut, atau jawablah sesuai kemampuan nalar mereka. Sebagaimana sabda Nabi
نحن معاشر الانبياءامرنا ان نكلم الناس بقدر عقولهم
“Kita golongan para Nabi diperintahkan berbicara kepada insan dengan sesuai kemampuan nalar mereka”
Karena itu terkadang tanggapan Nabi terhadap pertanyaan yang diajukan para sahabatnya berbeda-beda meskipun pertanyaannya sama.
Sementara itu berdasarkan Imam al-Ghazali, penyakit bodoh yang bisa diobati ialah seseorang yang bertanya untuk mencari petunjuk serta mempunyai nalar yang bisa untuk memahami serta hatinya tidak terkalahkan oleh sifat dengki, marah, dan hawa nafsu.
Serta pertanyaanya bukan pula lantaran dengki, mempersulit dan mencoba kepintaran seseorang menyerupai pada poin kedua. Maka orang menyerupai ini bisa diobati kebodohannya, boleh bagimu menjawab pertanyaan orang tersebut bahkan hukumnya wajib.
Oke itu lah sekian pembahasan saya mengenai apa itu kebodohan, supaya kalian bisa memahami mengapa kebodohan itu sangat penting untuk di sesali, biar bermanfaat ya semua nya.
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat untuk kalian semua, dan mohon untuk direnungkan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar