Pendidikan Yang Baik Dan Bermutu

 Apa pendidikan yang bisa bermanfaat kepada orang lain  Pendidikan Yang Baik dan Bermutu


Pendidikan Yang Baik dan Bermutu


Pasti kalian bertanya – tanya apa itu pendidikan yang baik ? Pendidikan yang bermutu ? Apa pendidikan yang bisa bermanfaat kepada orang lain ? Atau minimal bisa bermanfaat bagi orang banyak ?

Penghargaan kepada Pejuang Kemerdekaan dan Pejuang Pendidikan, Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Masih Relevan kah?

Indonesia akan menjadi Negara Maju, itu ialah tekad besar lengan berkuasa dari seluruh masyarakat Indonesia ketika ini, khususnya Kaum Muda. Oleh alasannya itu sangat dibutuhkan kerja keras dan kegigihan serta keuletan dari seluruh rakyat untuk mewujudkan Misi Indonesia Negara Maju. Bukan mustahil hal tersebut terwujud, bila kita setuju bersama bekerja dan berbuat kebaikan untuk Negeri ini. Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas yang bisa dan unggul dalam aneka macam sector kehidupan sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia ibarat yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 serta dalam butir - butir Sila Pancasila.
Dalam isi Pembukaan Undang - Undang Dasar 1945, pada Alinea ke-4 terperinci dikatakan bahwa Tujuan dari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah: “ Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia yang Berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial”. Begitu juga dengan isi lima butir yang terdapat dalam Sila Pancasila, yaitu: “ Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Mewujudkan suatu Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia ”, yang ke semuanya itu kita ucapkan ketika Upacara Pengibaran Bendera yang dilaksanakan setiap hari Senin, baik di Sekolah - Sekolah dari tingkat TK, SD, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas Negeri maupun Swasta di tanah air kita ini, maupun di Instansi - Instansi Pemerintah tidak luput untuk mengucapkan Isi Pembukaan Undang - Undang Dasar 1945 dan Pancasila, sehingga butir - butir tersebut telah terpatri dalam jiwa dan raga seluruh warga Negara Indonesia.

Mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang Seutuhnya
Pendidikan, ialah kata kunci yang perlu kita terapkan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang seutuhnya, yang bisa menjawab perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin deras dan menggerus Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Generasi Muda Kita. Pendidikan yang baik dan bermutu, tentunya harapan seluruh masyarakat Indonesia remaja ini. Tuntutan untuk selalu memperbaharui Sistem Pendidikan sehingga melahirkan putera - puteri terbaik bangsa yang mempunyai potensi, kreatif, inovatif, skill, kemampuan, bakat-bakat yang tumbuh dan berkembang dalam segala bidang kehidupan, mental serta fisik yang kuat. Memang untuk mencapai Standard Pendidikan Nasional yang bermutu dan bisa mengikuti serta menguasai Perkembangan Jaman, bukan hal yang mudah, tidak segampang membalikkan telapak tangan, dibutuhkan Kebijakan yang bisa memajukan Pendidikan Nasional.

Pendidikan adalahUsaha sadar dan bersiklus untuk mewujudkan suasana berguru dan proses pembelajaran biar penerima didik secara aktif membuatkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, budpekerti mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Proses Pendidikan bagaikan eksperimen ataupun percobaan yang tidak pernah selesai, akan berubah hingga kapanpun sesuai dengan Kompetensi yang dibutuhkan oleh peradaban manusia. Begitu juga dengan Pendidikan Indonesia yang merupakan belahan dari kebudayaan dan peradaban akan terus berkompetisi untuk mewujudkan warga Negara Indonesia yang seutuhnya.
Pendidikan dari Rumah ialah kunci awal suksesnya Sumber Daya Manusia yang baik dan bermutu, orang renta berperanan penting dalam mendidik anak semenjak dini, semenjak di kandungan, Ibu harus bisa memperlihatkan pendidikan yang baik. Setelah lahir, beranjak usia 2 tahun hingga akan mengecap Pendidikan Formal, orang renta berperanan penting dalam mendidik, menyertai dan membina si anak untuk bersiap menjadi belahan dari masyarakat luas. Orang renta yang baik ialah orang renta yang bisa memperlihatkan pendidikan, mengetahui kebutuhan anak serta bisa memperlihatkan mana sikap yang baik, mana yang buruk, mana yang manis untuk dilakukan mana yang tidak. Orang renta menjadi kunci sukses anak untuk mempunyai Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ( Imtaq ) dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( Iptek ) yang semakin cepat. Dengan orang renta rajin mengajarkan Ibadah semenjak dini kepada anak, rajin mengajarkan hal-hal yang baik, memberitahukan tanggapan negative dari suatu perbuatan yang negatif, maka si anak akan bisa mengerti dan mengetahui mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu yang tidak pantas ditiru.

Peranan Guru Dalam Mewujudkan Generasi Yang Berkualitas

Ada pepatah mengatakan: “Meskipun Langit Runtuh, Martabat Guru Harus di Eksplisit”, yang artinya: martabat guru harus tetap dijunjung tinggi ditengah-tengah masyarakat, dalam kondisi apapun dan bagaimanapun itu. Guru ialah tonggak sejarah panjang dunia pendidikan di Indonesia. Intinya, pendidikan tidak pernah lepas dari peranan guru, maka marwah ataupun martabat guru tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Ujung tombak dari kemajuan Indonesia seharusnya dari suksesnya Dunia Pendidikan Tanah Air, dongeng mengenai Jepang menjadi Macan Asia ibarat ketika ini awalnya alasannya mereka membuat Sistem Pendidikan yang baik dan bermutu. Jepang bisa berlari kencang ibarat ketika ini alasannya mereka bisa menerapkan pendidikan yang baik.
Inspirasi ketika Jepang di luluh lantakkan oleh bom atom sekutu terhadap Hirosima dan Nagasaki yang mengakibatkan Jepang berdiri dari titik nol. Ketika itu pemimpin Jepang memerintahkan untuk mendata jumlah Guru yang masih hidup untuk memulai pembangunan di Jepang. Guru menjadi profesi yang begitu dihormati di Jepang, alasannya masyarakat Jepang menyadari, tanpa Guru, mereka tidak mempunyai kemampuan apapun. Di abad sekarang, abad globalisasi dan perkembangan arus Informasi dan Teknologi, peranan Guru di Indonesia semakin berkurang peranannya. Masyarakat seolah-olah tidak mengekspektasi (berharap banyak) lagi terhadap sosok guru. Guru dianggap hanya mengajar yang sama peranannya dengan pekerja kantoran, pekerja bangunan, dan pengacara yang semata-mata hanya mencari nafkah. Padahal, ujung tombak kemajuan Negara kita ada ditangan Guru, ekspektasi guru harus tetap dipertahankan ditengah-tengah masyarakat, oleh alasannya itu Guru harus bisa mempertahankan dignitivitasnya ( martabat / marwahnya ) sebagai guru yang mulia dan direspek oleh masyarakat.

Guru yang bagaimana di abad globalisasi ini yang diinginkan oleh masyarakat?

Untuk membentuk generasi atau Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul diberbagai sector kehidupan, maka sangat dibutuhkan guru-guru yang bisa mengeksplisit dirinya, bisa meningkatkan kemampuannya untuk diajarkan kepada anak didiknya. Guru yang tidak hanya mengejar materi namun bisa membuat generasi yang bisa mandiri, mempunyai kemampuan dalam hal dunia usaha, bisa bekerja ditengah-tengah keluarga dan masyarakat Indonesia. Oleh alasannya itu di abad Teknologi Informasi dan Komunikasi, fungsi Guru yang dibutuhkan ialah guru yang :
  1. Professional dan bisa melaksanakan Pendidikan yang Holistik. Dalam diri manusia, terdiri dari tubuh, jiwa dan roh yang lebih dikenal dalam bahasa filsafat, body, mind and soul. Artinya, pendidik atau guru harus bisa memperhatikan perkembangan diri anak yang mencakup body, mind and soul dalam satu kesatuan yang menyeluruh dalam diri manusia. Pendidik yang baik ialah pendidik yang bisa memperhatikan perkembangan seluruh aspek “ke-diri-an” subjek penerima didik, yakni perkembangan fisik (tubuh),perkembangan aspek psikis ( kognitif, afektif, moral, sosial ) dan sekaligus aspek spiritual ( ke-Roh-anian ) nya, ketiga aspek ini diperhatikan secara integratif dan menyeluruh, alasannya tidak sanggup dipisahkan. Artinya, dalam setiap kegiatan proses berguru mengajar, Guru harus bisa memperhatikan ke-tiga aspek dasariah itu. Ketika guru mengajar mata pelajaran apa saja, ketiga aspek kedirian insan itu mesti ikut dikembangkan secara proporsional. Contoh, Ketika mengajarkan mata pelajaran TIK, Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang diajarkan ialah konsep - konsep K3 (Keamanan, Keselamatan Kerja) dengan memakai komputer di lab komputer, selama praktek guru harus bisa memperhatikan cara duduk, cara mengetik dan posisi mengetik didepan computer. Guru membuktikan bagaimana posisi yang baik ketika berada di depan computer, kalau ada yang salah, maka guru memperbaikinya, jangan hal itu hingga menjadi kebiasaan. Guru bukan hanya sebagai pengajar, namun seorang pendidik profesional yang bisa mendidik dengan hati. Sekolah sebagai wadah pembinaan generasi muda harus bisa menjadi daerah mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan diri penerima didik secara utuh dan menyeluruh ( holistic ). Sekolah tidak hanya daerah menimba ilmu pengetahuan ( aspek mind ), melainkan juga daerah berlatih mengolah: emosi, afeksi, hidup sosial dan kerohanian.
  1. Guru harus mau berkorban demi orang lain, sensitive terhadal masalah, fleksibel, motivasi tinggi, selektif, bebas dari rasa khawatir, tidak takut gagal dan mempunyai daya imajinasi yang baik. Guru harus bisa menjadi pemimpin di tengah-tengah keluarga, sekolah, maupun ditengah-tengah masyarakat. Guru yang professional ialah guru yang bisa bersikap netral, dicintai oleh siswanya dan masyarakat, guru yang mempunyai wibawa, punya ide-ide kreatif, bisa memunculkan inovasi, dan selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru semestinya mempunyai kreativitas, taktik pembelajaran dan berjiwa entrepreneurship (kewirausahaan), mempunyai sikap mental yang besar lengan berkuasa sehingga tidak praktis diintervensi oleh masyarakat (orang renta siswa), dan tidak praktis disogok atau korupsi, mempunyai wawasan yang luas serta mempunyai teladan pikir yang luas dan positif. Pemerintah juga harus tetap memperlihatkan penghargaan dan prioritas pengembangan kualitas Guru dengan cara memperlihatkan beasiswa secara sedikit demi sedikit untuk kegiatan S-2, memperlihatkan pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas guru (workshop), memperlihatkan proteksi kinerja dan membuat lomba-lomba yang mengikutsertakan Guru.
Tahun 2019 telah kita jalani, tahun ini ialah tahun penentuan langkah Indonesia untuk masa lima tahun yang akan datang. Pesta Demokrasi akan kita sambut dengan memperlihatkan hak suara, hak pilih, marilah kita pilih Pemimpin - Pemimpin negeri ini yang bisa menjadi biro perubahan ke arah yang lebih baik. Pemimpin yang baik ialah pemimpin yang bisa menampung aspirasi dan menjadi wangsit bagi masyarakat, pemimpin yang mendengar dan terjun eksklusif ditengah-tengah masyarakat serta bisa melaksanakan perbaikan baik itu birokrasi maupun pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Mengembalikan Negara Indonesia ke asal tujuan Negara Indonesia ialah pemimpin masa depan Indonesia, pemimpin pilihan ialah pemimpin yang bisa mengamanahkan kepada bawahannya Tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam UUD 1945 versi Amandemen, yaitu :
  1. Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”
  2. Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”
Intinya pada akhirnya, semua kembali kepada pemerintah dan para penduduk yang ada di Indonesia dalam memajukan pendidikan yang ada di Indonesia, tergantung Pemerintah dalam memutuskan kebijakan yang akan membuat Indonesia ibarat apa di masa depan.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar