Semangat Berguru Itu Perlu

Nah niscaya kalian galau kan berguru kok harus banget ya perlu semangat Semangat Belajar Itu Perlu


Semangat Belajar Itu Perlu !

Nah niscaya kalian galau kan berguru kok harus banget ya perlu semangat, hening – hening aja atau segala macam – macam nya. 
Motivasi yaitu suatu perubahan energi dalam diri(pribadi) seseorang, yang di tandai dengan timbulnya perasaandan reaksi untuk mencapai suatu tujuan.Tugas seorang guru bukan hanya menyelenggarakan kegiatan mengajar, meneliti, mengembangkan, dan mengelola suatu forum pendidikan khususnya penerima didik. Guru pun bertanggung jawab dalam membangkitkan motivasi berguru penerima didik.

Sebelum proses berguru mengajar berlangsung.

Seorang guru bertanggung jawab biar pembelajaran berhasil dengan baik, keberhasilan dalam proses berguru mengajar bergantung pada upanya guru dalam membangkitkan motivasi berguru penerima didik. 
Motivasi sangat penting dalam kegiatan berajar mengajar, sebabadanya motivasi mendorong semangat berguru dan sebalaiknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. seorang siswa yang berguru tanpa motivasi atau kurang motivasi, tidak akan berhasil dengan maksimal.
Disaat proses berguru mengajar berlangsung,gurutidak hanya terpaku pada materi pembelajaran saja.guru harus menjelaskan tujuan berguru ke penerima didik,guru pun menjelaskan mengenain tujuan yang akan dicapai sisiwa. Tidak cukup hingga di situ saja, tapi guru juga bisa memperlihatkan klarifikasi ihwal pentingnyailmu yang akan sangat mempunyai kegunaan bagi masa depan penerima didik itu sendiri. Makin terang tujuan, maka makin besar pula motivasi dalam belajar

Guru harus memperlihatkan perhatian

maksimal ke penerima didik, khususnya bagi penerima didik yang secara prestasinya tertinggal oleh penerima didik lainnya. guru di tuntut untuk bisa lebih jeli terhadap kondisi penerima didiknya. Tetapi masih ada guru yang melalaikan motivasi, guru tidak memikirkan maanfaat motivasi bagi para penerima didik. Masih banyak guru yang dalam proses berguru mengajarnya hanya terpaku dalam penyampain materi saja, Seharusnya guru harus memperlihatkan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran, supaya siswa lebih termotivasi dalm mengikuti kegiatan berguru mengajar biar apa yang di inginkan bisa tercapai secara maksimal.
Dengan demikian motivasi belajar, terhadap penerima didik sangat berperan penting dalam menunjang semangat berguru dan tujuan yang di inginkan oleh penerima didik sanggup tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan.
Faktor motivasi secara umum dan motivasi berguru secara khusus merupakan tanda-tanda kegiatan jiwa insan yang sangat di perlukan oleh insan dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan persaingan. Seseorang yang mempunyai motivasi rendah akan mempunyai kinerja, produktivitas, dan penemuan yang rendah. Akibatnya mereka akan tertinggal jauh dari insan lainnya yang mempunyai motivasi tinggi dalam menjalani hidupnya.

Menurut mc. Donald ( dalam Syaiful, 2002 )

Motivasi yaitu suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan jawaban terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang lantaran adanya tujuan.  ( Oemar hamalik, 1992 ) perubahan dalam diri seseorang itu terbentuk suatu kegiatan nyata berupa kegiatan fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dari aktivitasnya, maka seseorang mempunyai motivasi yang besar lengan berkuasa untuk mencapainya dengan segala upaya yang sanggup ia lakukan untuk mencapainya.

Ada tiga komponen utama dalam

motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan terjadi apabila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan ia harapkan. Sedangkan dorongan merupakan kekuatan mental untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan impian atau pencapaian tujuan dan tujuan merupakan hal ingin di capai oleh seorang individu. Tujuan tersebut akan mengarahkan sikap dalam hal ini  yaitu sikap unutk belajar.
Selanjutnya pembahasan akan di lanjutkan kepada hal yang berkaitan dengan kebutuhan. Dalam berguru motivasi sangat di perlukan. Sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam berguru tak akan mungkin melaksanakan kegiatan belajar. Hal ini merupakan membuktikan bahwa sesuatu yang akan di kerjakan itu tidak menyentuh kebutuhannya. Maslow ( dalam Syaiful, 2002) sangat mempercayai bahwa tingkah laris insan di bangkitkan dan di arahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu menyerupai kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, penghargaan, aktualisasi diri, mengetahui dan mengerti, dan kebutuhan estetik. Kebutuhan-kebutuhan inilah berdasarkan maslow yang bisa memotivasi tingkah laris individu. Oleh lantaran itu, apa yang seseorang lihat sudah tentu akan membengkitkan minatnya sejauh apa yang ia lihat itu mempunyai kekerabatan dengan kepentingannya sendiri.
Para mahir umumnya sependapat bahwa motivasi sanggup dibedakan menjadi dua jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder ( Dimyati, 2006: 86 ) sebagai  berikut :
  1. Motivasi primer
Motivasi primer yaitu motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar atau motif bawaan. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani insan yang timbul akhir proses kimiawi fisiologik yang terdapat pada setiap orang. Manusia yaitu makhluk jasmani, sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmaninya. Di antara insting yang penting bagi insan yaitu memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tau, membangun dan kawin ( koeswara 198; jalaluddin 1991 )
  1. Motivasi sekunder
Motivasi sekunder yaitu motivasi yang diperoleh dari berguru melalui pengalaman. Motivasi sekunder ini, oleh beberapa mahir disebut juga motivasi sosial.  Menurut thomas dan znaniecki menggolongkan motivasi sekunder menjadi keinginan-keinginan :  memperoleh pengalaman baru, untuk menerima respon, memperoleh ratifikasi dan memperoleh rasa aman.
Berdasarkan sifatnya motivasi sanggup dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
  1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari diri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sesuatu di luar dirinya lantaran dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melaksanakan sesuatu. Orang yang tingkah lakunya digerakkan oleh motivasi intrinsik, gres akan puas kalau tingkah lakunya telah mencapai hasil tingkah laris itu sendiri. Misalnya seorang siswa menuntaskan pekerjaan rumah ihwal soal-soal matematika, bertujuan untuk memahami konsep-konsep matematika melalui penyelesaian soal-soal itu, bukan lantaran takut kepada guru atau ingin menerima kebanggaan dari guru.
  1. Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul dalam diri seseorang lantaran efek dari rangsangan di luar perbuatan yang dilakukannya. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laris yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak di luar tingkah laris itu. Misalnya siswa yang sedang menuntaskan pekerjaan rumah, sekedar mematuhi perintah guru, kalau tidak dipatuhi guru akan memarahinya.
Perilaku yang penting bagi insan yaitu berguru dan bekerja. Belajar menjadikan perubahan mental pada diri siswa. Bekerja menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri pelaku dan orang lain. Motivasi berguru dan bekerja merupakan pencetus kemajuan masyarakat.
Motivasi berguru sangat penting bagi siswa dan guru. Pentingnya motivasi berguru bagi siswa  ( Dimyati, 2006: 85 ) yaitu sebagai berikut :
  1. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.  Contohnya : sesudah siswa membaca suatu kepingan buku bacaan, di bandingkan dengan temannya sekelas yang juga kepingan tersebut, ia kurang berhasil menangkap isi, maka ia terdorong membaca lagi.
  1. MenginformasikanMenginformasikan ihwal kekuatan perjuangan belajar, yang di bandingkan dengan sahabat sebaya. Sebagai gambaran jikalau terbukti perjuangan berguru seorang siswa belum memadai maka ia berusaha maka ia berusaha setekun temannya yang berguru dan berhasil.
  1. MengarahkanMengarahkan kegiatan belajar, sebagai gambaran sesudah ia ketahui bahwa bahwa dirinya belum berguru secara serius, menyerupai bersenda gurau di dalam kelas maka ia akan merubah sikap belajarnya.
  1.  Membesarkan semangat belajar. Contoh seorang anak yang telah menghabiskan banyak dana untuk sekolahnya dan masih ada adik yang di biayai orang bau tanah maka ia akan berusaha biar cepat lulus.
  1. Menyadarkan bahwa adanya berjalan berguru dan kemudian bekerja ( di sela-selanya ada istirahat atau bermain ) yang berkesinambungan. Individu di latih untuk memakai kekuatannya sedemikian rupa hingga sanggup berhasil. Sebagai ilustrasi, setiap hari siswa di harapkan untuk berguru di rumah, membantu orang bau tanah dan bermain dengan  temannya. Apa yang di lakukan di harapkan sanggup berhasil memuaskan.
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam kegiatan berguru seseorang. Tidak ada seorang pun yang berguru tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam berguru tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Ada beberapa prinsip motivasi dalam berguru menyerupai dalam uraian berikut:
  1. Motivasi sebagai Dasar Penggerak yang Mendorong Aktivitas Belajar.
Seseorang melaksanakan kegiatan berguru lantaran ada yang mendorongnya. Motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. Minat merupakan kecenderungan psikologis yang menyenangi suatu objek, belum hingga melaksanakan kegiatan. Namun minat yaitu motivasi dalam belajar. Minat merupakan potensi psikologi yang sanggup dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka ia akan melaksanakan kegiatan berguru dalam rentang waktu tertentu. Oleh lantaran itulah, motivasi diakui sebagai dasar pencetus yang mendorong kegiatan berguru seseorang.
  1. Motivasi Intrinsik Lebih Utama daripada Motivasi Ekstrinsik dalam Belajar.
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memperlihatkan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Anak didik yang malas berguru sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya ia rajin belajar. Efek yang tidak dibutuhkan dari dukungan motivasi ekstrinsik yaitu kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan gampang terpengaruh. Oleh lantaran itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
  1. Motivasi Berupa Pujian Lebih Baik daripada hukuman.
Meski sanksi tetap diberlakukan dalam memicu semangat berguru anak didik, tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap orang bahagia dihargai dan tidak suka dieksekusi dalam bentuk apa pun juga. Memuji orang lain berarti memperlihatkan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini akan memperlihatkan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi kebanggaan yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada daerah dan kondisi yang tepat. Kesalahan kebanggaan bisa bermakna mengejek.
  1. Motivasi Berhubungan Erat dengan Kebutuhan Belajar.
Dalam kehidupan anak didik. Membutuhkan penghargaan. Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang masuk akal bagi anak didik. Semuanya sanggup memperlihatkan motivasi bagi anak didik dalam belajar. Guru yang berpengalaman harus sanggup memanfaatkan kebutuhan anak didik, sehingga sanggup memancing semangat berguru anak didik biar menjadi anak yang gemar belajar. Anak didik pun ulet berguru untuk memenuhi kebutuhannya demi memuaskan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.
  1. Motivasi sanggup Memupuk Optimisme dalam Belajar.
Siswa yang mempunyai motivasi dalam berguru selalu yakin sanggup menuntaskan setiap pekerjaan. Dia yakin bahwa berguru bukan kegiatan yang sia-sia. Hasilnya akan mempunyai kegunaan tidak hanya kini, tetapi juga di hari mendatang.
  1. Motivasi Melahirkan Prestasi dalam Belajar.
Dari aneka macam hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi menghipnotis prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi berguru seorang anak didik. Anak didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan bahagia hati mempelajari mata pelajaran itu. Selain mempunyai bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap. Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca. Ulangan pun dilewati dengan mulus dengan prestasi yang gemilang.
Dan itulah sekian berdasarkan saya mengenai motivasi yang dipakai dikala menempuh atau mempelajari pelajaran yang di sekolah maupun di luar sekolah ( di lingkungan mana saja ) kalian dimanapun berada.

Tidak ada komentar