Anak Introvert Vs Anak Extrovert

Menilai seseorang memang tidak bisa hanya melihat dari fisiknya saja Anak Introvert VS Anak Extrovert


Anak Introvert VS Anak Extrovert

Menilai seseorang memang tidak bisa hanya melihat dari fisiknya saja, melainkan  menilai kepribadian pun menjadi aspek penting untuk mengenal lebih dalam menyerupai apa orang yang sanggup ditemui setiap hari. Bicara perihal kepribadian, ada dua tipe orang yang bahagia membicarakan apapun dengan orang lain (extrovert) dan orang yang lebih suka menutup rapat ranah pribadinya (Introvert).

Banyak perbedaan dari anak introvert dengan sang anak yang ekstrovert.


Kesimpulan nya, menyerupai yang sudah diketahui, Introvert dan Extrovert merupakan dua kepribadian yang berbeda dan berlawanan. Anak yang mempunyai kepribadian introvert di dalam kelas bahkan di masyarakat sifatnya cenderung pasif, jarang bergaul dengan sobat - temannya, bahkan menjadi materi bullyan sobat - temannya sekelas nya bahkan mungkin 1 sekolah dan lingkungan sekitarnya. Berbeda dengan anak yang mempunyai kepribadian extrovert, anak yang mempunyai kepribadian ini di dalam kelas maupun di masyarakat sifatnya aktif, mempunyai banyak sobat di kelasnya bahkan dari di masyarakat pun juga ada, suka menciptakan keributan dengan yang lain, mencari perhatian sekitarnya dan terkadang menjadi pelaku bully di tempat nya.

Perubahan bukanlah hal yang disukai anak yang introvert alasannya itu bisa merusak rencana mereka.


Tapi bagi orang ekstrovert, perubahan yakni hal yang mereka cari. Mereka yang berkepribadian extrovert lebih praktis mendapatkan dan mengikuti keadaan terhadap perubahan. Sementara itu, mereka (anak) yang introvert tak praktis membaur dan akrab dengan orang lain. Mereka biasanya hanya mempunyai satu atau dua orang sahabat yang benar-benar sang anak kenali dan percayai. Sedangkan bagi anak yang extrovert, mereka cenderung praktis berbaur dan akrab dengan orang banyak alasannya hidupnya harus dipenuhi orang banyak.
Ada anak yang introvert yang cenderung lebih suka menghabiskan waktu seorang diri, dan lebih bahagia mendengarkan dibanding berbicara. Ada pula anak yang ekstrovert yang mempunyai ciri-ciri cenderung terbuka, supel (pandai menyesuaikan dan bergaul), suka berbicara, dan praktis mengikuti keadaan dengan lingkungan baru. Anak yang introvert lebih dulu memahami dan berfikir sesudah itu bertindak. Berbeda dengan anak yang extrovert, anak yang berbicara atau bertindak terlebih dahulu gres berpikir di otaknya.

Banyak orang mengira bahwa anak yang mempunyai sifat introvert identik dengan sifat pemalu,

canggung, jarang bicara dan lebih suka menyendiri. Sebenarnya menjadi introvert bukan berarti mereka menarik diri dari kehidupan sosial. Mereka hanya mempunyai sifat-sifat yang berbeda dari kebanyakan orang. Sedangkan anak extrovert gemar berinteraksi alasannya intinya mereka memang menikmati interaksi dengan orang lain, ekstrovert enggak segan meng - iyakan semua tantangan yang dilemparkan. Memang sih, terkadang karakternya yang berani mengambil risiko terkesan impulsif.

Anak yang mempunyai kepribadian introvert

digambarkan sebagai individu yang pendiam, pasif, berhati-hati, tertutup, pesimis, tenang, dan terkontrol. Sifat-sifat yang demikian mengakibatkan mereka sulit untuk mendapatkan sobat gres dan berimbas pada kemampuan sosialisasi dan komunikasi yang terhambat. Meski begitu, ternyata ada banyak kelebihan dari anak yang mempunyai tipe kepribadian introvert, yaitu perilaku penuh perhatian yang ditujukan kepada lingkungan sosialnya yang kemudian ditujukan dengan caranya sendiri.

Sedangkan anak yang mempunyai tipe kepribadian extrovert,

sang anak bahagia dan nyaman berinteraksi dengan banyak orang, gemar bercanda, penuh semangat, optimis, dan sifat-sifat lainnya yang menandakan penghargaan terhadap kekerabatan dengan orang lain. Dari beberapa kriteria sudah ditulis penulis, sanggup dikatakan bahwa mereka (anak) para extrovert tak lain dan tak bukan yakni anak yang memiliki  pribadi yang praktis menciptakan orang lain ‘hidup’, ceria, dan mengubah suasana biasa dan sepi menjadi lebih ramai. Tak hanya itu, seorang  anak yang ekstrovert juga bisa menularkan perilaku optimisnya ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Alhasil, mereka pun akan lebih bersemangat dalam menjalankan hidup nya.

Anak dengan kepribadian yang introvert identik dengan sifat soliternya alias menyendiri dan terkesan menutup diri nya dari dunia luar. Mereka juga lebih suka menghabiskan waktu mereka untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan seorang diri menyerupai fokus di depan laptop/ PC, menulis, membaca, dll. Mereka cerdas dan berhati-hati sebelum berbicara dengan orang lain. Mereka cenderung kurang nyaman di tengah keramaian alasannya mereka enggan terlibat dalam suatu interaksi sosial.

Sementara itu, anak yang ekstrovert gemar sekali berinteraksi dengan orang lain dan orang banyak. Mereka juga gemar mencari sobat dengan keinginan mendapatkan lingkungan baru. Yang artinya, mereka begitu membuka diri terhadap dunia luar. Mereka yang extrovert juga gemar mencurahkan hati mereka secara lisan.  Dengan kata lain, mereka lebih suka bercerita daripada mendengarkan.

Anak anak yang mempunyai kepribadian introvert atau extrovert mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Untuk mengatasi anak yang mempunyai kepribadian tersebut, dengan cara : Anak introvert perlu dan harus diberi perhatian lebih alasannya mereka yang mempunyai kepribadian introvert mempunyai sifat yang tertutup yang lebih membahayakan. Anak extrovert perlu kesabaran yang ekstra alasannya mereka yakni anak anak yang aktif dan suka bergaul dengan siapa saja, tidak menilai baik / buruknya sobat yang dimiliki.

Ciri umum dari tipe kepribadian introvert yakni kepribadian yang mempunyai pandangan yang sangat subjektif dan terindividualisasi dalam melihat dunia. Berbeda dengan introvert, mereka yang mempunyai tipe kepribadian ekstrovert cenderung objektif dan tidak terindividualisasi ketika melihat dan merespon hal-hal yang ada di sekitar mereka.


Oleh alasannya itu, penulis akan jabarkan dengan singkat perbedaan anak yang introvert dan ekstrovert.

  1. Anak yang introvert lebih menentukan tempat yang berada di tempat yang sepi yang jauh dari masyarakat sekitar. Sedangkan anak extrovert, lebih bersemangat berbicara/ bertemu dengan orang apalagi dengan orang gres yang dikenalnya.


  1. Anak introvert lebih suka menghabiskan waktu di rumah nya tanpa harus keluar rumah. Sedangkan anak yang extrovert, lebih suka menghabiskan waktu sehari hari dengan keluar rumah untuk bermain dengan orang banyak.


  1. Masih ada hubungannya nih dengan poin ke -1, anak introvert lebih produktif di tempat tertutup dan cenderung tidak banyak orang yang melihatnya. Sedangkan anak extrovert, lebih produktif di tempat yang terbuka dan sanggup dilihat banyak orang.


  1. Anak yang introvert lebih bahagia bekerja sendiri daripada harus bekerja dengan orang banyak. Sedangkan anak yang extrovert, lebih bahagia bekerja secara berkelompok dan orang banyak.


  1. Anak yang introvert bisa menjadi pendengar yang setia lho. Sedangkan anak yang extrovert lebih bahagia bercerita atau meluapkan keluh kesah nya. Disini anak introvert dan anak yang ekstrovert bisa berteman lho guys.


  1. Anak yang introvert, cenderung dibilang atau dibicarakan sebagai anak yang pendiam dan sombong alasannya tidak ingin bergaul dengan orang banyak yang berada di sekitarnya. Sedangkan anak yang extrovert, cenderung dibilang anak yang bawel, berisik dan rame akan keributan yang diperbuat nya.


  1. Anak yang introvert lebih membaca dan memahami situasi yang terjadi sesudah itu pribadi menawarkan komentar nya terhadap situasi yang terjadi. Sedangkan anak yang extrovert, sering berkomentar terlebih dahulu sebelum membaca dan memahami situasi apa yang terjadi.


  1. Anak yang introvert, jarang mempunyai sosial media, alasannya tidak ingin bergaul dengan orang banyak yang berada di sekitarnya. Sedangkan anak yang extrovert, niscaya mempunyai sosial media, alasannya bagi anak yang ekstrovert, wajib sekali untuk mempunyai sosial media dengan tujuan menambah temannya biar menjadi banyak.


Orang bau tanah yang mempunyai anak yang mempunyai sifat tertutup harus terus menjalin komunikasi dengan baik dengan sang anak  alasannya anak introvert tidak bisa untuk membuka pembicaraan lebih dulu kepada orang lain  dan apa yang dilakukan oleh orang bau tanah yaitu orang bau tanah harus dan perlu mengajarkan anaknya untuk berbicara di depan keluarga biar suatu ketika ia bisa bicara di depan kelas dan mungkin tidak hanya di depan kelas tapi juga dalam bermasyarakat di luar sana. Berbeda dengan orang bau tanah yang mempunyai anak extrovert,  mereka (orang tua) harus lebih sabar menghadapi anak extrovert dan orang bau tanah harus memperhatikan pergaulannya alasannya anak extrovert bergaul dengan semua orang.

Jadi bagi orang bau tanah jangan khawatir akan kesuksesan seorang anak yang introvert.

Sebagai pola untuk orang yang mempunyai kepribadian introvert, yaitu Marck Zuckerberg, siapa yang tidak kenal dengan pencipta sosial media Facebook. Mark Zuckerberg seorang CEO sebuah jejaring social yang sangat popular didunia, meski tak lulus kuliah dan cenderung berkepribadian introvert namun Mark Zuckerberg berhasil menemukan sesuatu yang luar biasa bukan? Di lain hal Warren Edward Buffet, seorang investor, triliuner, dan gemar memberi yang berasal dari Amerika sebagai orang terkaya keempat didunia pada tahun 2013. Warren buffet merupakan seorang yang penuh dengan abjad introvert, hanya saja ia bisa memanfaatkan karakternya ini dengan sangat baik melalui ketekunan, fatwa yang bijaksana dan ia tahu kapan harus menempatkan kepribadiannya ini. Karakter introvertnya ini justru yang dijadikan keunggulan, di ketika orang lain tidak sanggup berpikir dengan jernih, ia akan berpikir dengan sangat berhati-hati dan sanggup menganalisa lingkungan sekitar dengan kepribadian nya ini.


Sebagai orang tua, tidak harus/perlu dengan merubah abjad yang dimiliki oleh sang anak, cukup diketahui dimana sang anak harus menempatkan karakternya ini. Lalu bagaimana caranya? Mulailah ajari sang anak dari hal yang terkecil: Mengobrol dengan sobat sekelasnya misalnya. Hal ini susah-susah praktis sebenarnya, namun dengan perubahan hanya sanggup dilakukan dengan mengambil langkah baru. Sapaan ramah akan menciptakan siapa saja yang melihat anak, menganggap anak tersebut sebagai suatu kepribadian ang ramah, atau mungkin bisa dengan makan siang bersama sobat sahabat nya sambil memperbincangkan hal-hal kecil, penting atau tidak penting pembicaraan, usahakan berbicara dengan sang teman. Dengan seiringnya kebersamaan ini, sobat sang anak akan nyaman dengan keberadaannya. Dengan begitu, kekerabatan anak dengan sang anak akan berjalan mulus. Masalah komunikasi, lama-kelamaan akan menjadi praktis bagi anak yang mempunyai kepribadian seorang introvert.

Kesimpulan penulis apapun tipe kepribadian anak, masing-masing tipe kepribadian (introvert dan extrovert) mempunyai kelebihan nya dan kekurangan nya masing masing. Ada baiknya segala kekurangan yang anak miliki sanggup diatasi atau ditutupi dengan kelebihan-kelebihan yang anak miliki. Jadi, para orang bau tanah tak perlu risau atau khawatir dengan membandingkan sang anak dalam hal negatif antara keduanya ya! Tetaplah para orang bau tanah positif dan saling termotivasi dan maupun memotivasi sang anak untuk mencapai produktivitas sang anak.

Tidak ada komentar