Pendidikan Yang Sebenarnya

 dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya  Pendidikan Yang Sebenarnya


Pendidikan Yang Sebenarnya

Menurut banyak orang, arti pendidikan yang  adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Tapi tampaknya orang salah banyak, yang merupakan arti pendidikan yang gotong royong yaitu yaitu senjata yang paling ampuh yang bisa Anda gunakan untuk mengubah dunia.Itu yaitu ungkapan pendidikan berdasarkan orang yang memperjuangkan hak  warga kulit gelap yaitu Nelson Mandela. Ia yaitu orang yang melaksanakan perlawanan terhadap sistem pemisahan ras atau apartheid yang diterapkan pemerintah Afrika Selatan. Yang berawal dari tahun 1930 di Jerman Hendrik Verwoerd, seorang laki-laki kulit putih mengenal paham nasionalsosialisme dan terpengaruh besar lengan berkuasa ideologi rasisme yang dilancarkan NAZI. Ia kemudian melahirkan gagasan apartheid dalam kolonialisme.

Dan tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.Itu yaitu tujuan yang diungkapkan oleh orang yang berjulukan Tan Malaka. Ia yaitu seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Dan pendidikan yang baik itu yaitu pendidikan yang akan tetapkan rantai kemiskinan dan radikalisme.
Dan apakah pendidikan di Indonesia sudah baik? Jawaban, TIDAK.

Di Indonesia pula masih banyak, aneka macam tempat seluruh Indonesia yang blom terjangkau pendidikan, lantaran ada keterbatasan transportasi. Sebenarnya kalau Indonesia ingin benar benar ingin tetapkan tali dan rantai kemiskinan, jangan lah pemerintah berasalan menyerupai itu. Masih banyak tempat di Indonesia pula yang untuk pergi saja ke sekolah, mereka harus mempertaruhkan nyawa nya, nyawa yang dimiliki oleh dirinya. Hanya untuk pergi ke sekolah. Di tempat pelosok banyak sekolah- sekolah yang mereka pergi ke sekolah pun harus melewati sungai yang apabila deras, itu akan menciptakan dirinya hanyut, yang menciptakan nyawanya dipertaruhkan. Ayolah pemerintah, buatkan sarana untuk mereka mereka yang ingin mengubah nasibnya, yang ingin merubah hidupnya, yang ingin merubah masa depan nya, yang ingin merubah dirinya. Hanya dengan pendidikan.

Banyak di tempat pelosok pula, sekolah sekolah terjangkau tapi yang jadi persoalan nya yaitu kurangnya sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah tersebut, mulai dari sarananya, prasarana nya, tenaga guru yang mengajar di sekolah tersebut. Mungkin banyak hambatan mengapa para guru tidak ingin mengajar ke tempat pelosok, Karena mungkin ada sebagian tenaga guru yang enggan untuk ditempatkan di tempat sangat terpencil. Padahal nih, Indonesia membutuhkan SDM yang bermutu untuk mengelola kekayaan alam yang berlimpah ruah ini. Padahal pemerintah sudah menawarkan tunjangan khusus untuk para guru yang mengajar di tempat pelosok, dan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menawarkan perhatian berupa tunjangan khusus kepada guru yang mengajar di tempat sangat tertinggal. Ayolah para guru hilangkan rasa tidak nyaman mu untuk tinggal di tempat terpencil. Itu kamu lakukan untuk mengubah nasib bangsa ini biar tidak tertinggal pendidikan dan kecerdasan nya dari bangsa bangsa lain.

Semangat para guru. Banyak yang mengharapkan kepada kalian untuk mengubah bangsa ini.
Apakah kalian tau para guru, mengapa Jepang lebih maju daripada Indonesia ? Padahal Indonesia dan Jepang bangun di tahun yang sama ? Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dan Jepang bangun usai dijatuhkan bom oleh sekutu di Hiroshima dan Nagasaki tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945. 
Padahal Jepang ketika itu lumpuh total, korban meninggal mencapai jutaan, bangunan gedung glamor hangus bagaikan padang pasir putih yang mengkilau di pinggir pantai tanpa halangan apapun, imbas radiasi bom yang diperkirakan membutuhkan 50 tahun lamanya untuk menghilangkan semuanya.  dan sehabis itu Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jenderalnya yang masih hidup dan menanyakan kepada mereka

 “Berapa jumlah guru yang masih tersisa?“
Para jenderalnya pun resah mendengar pertanyaan Kaisar Hirohito dan menegaskan kepada Kaisar bahwa mereka masih bisa menyelamatkan dan melindungi Kaisar walau tanpa guru. Namun, Kaisar Hirohito kembali berkata,

 “Kita telah jatuh, lantaran kita tidak belajar.
Kita besar lengan berkuasa dalam senjata dan taktik perang, akan tetapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak bisa berguru bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, lantaran kini kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.”
Jepang bangun lantaran guru, Jepang jago lantaran guru, Jepang besar lengan berkuasa lantaran guru. Oleh alasannya yaitu itu marilah para guru, bersama sama bangun untuk membangun bangsa ini, hilangkan segala alasan yang sanggup menghambat bangsa ini.
Dan pada urutan berapa pendidikan Indonesia di dunia?
Indonesia berada pada urutan ke – 72.
Tertinggal jauh oleh negara serumpun yaitu Malaysia yang berada pada urutan 56. Itu yaitu data berdasarkan data yang dirilis oleh International Student Assessment (PISA) tahun 2018 dan Jepang yang berada pada urutan 15 di dunia. Sungguh perbedaan yang luar biasa.

Di Indonesia sendiri, kecerdasan anak anak dilihat dari angka, angka, dan angka.
Para guru tidak melihat itu pada diri anak untuk mendapat angka tersebut, bisa saja dengan mencontek atau pun dengan cara yang jujur. Kebanyakan apabila ada anak yang mendapat nilai jelek, ia eksklusif dimarahi padahal ia mendapat nya dengan cara yang jujur. Sedangkan dengan anak yang mendapat nya dengan nilai yang manis atau bisa dibilang sempurna, ia akan dipuji oleh sang guru, padahal sang guru tidak tahu bila sang anak mendapat nya dengan cara yang tidak benar, dengan cara yang tidak jujur, dengan cara mencontek.

Itulah yang salah dari Indonesia,
kebanyakan sang guru melihat kecerdasan anak, kepintaran anak, baik atau buruknya anak, hanya dilihat dari angka, angka, dan angka. Dan kebanyakan guru terpaksa untuk menilai sang anak dari sebuah angka. Dan kebanyakan sang guru akan terpaksa menjalani semuanya sebagai seorang guru.
Apalagi sehabis dilaksakan nya Ujian Akhir Semester ( UAS ) yang menjadi tanda acara berguru mengajar ( KBM ) dilarang untuk sementara waktu. Dan itu yaitu pekerjaan yang berat sebagai seorang guru dan bagi guru itu yaitu pekerjaan yang berat yaitu menilai sang anak dalam bentuk angka, angka, dan angka. Itu terlintas dipikiran sang guru. Itu merupakan pekerjaan yang berat lantaran harus melawan impian atau kemauan seorang guru.


Padahal menjadi anak yang pandai bukan mempunyai dan bukan hanya bisa menjawab soal soal ujian yang diberikan oleh para guru kepada sang anak. Sang menjadi insan berarti mempunyai rasa atau naluri ingin bersimpati, berempati kepada semua orang yang ada di sekitarnya. Sebagai guru, ia melihat, ia mengamati. Apabila sang anak yang kalian banggakan, orang yang kalian banggakan hanya untuk naik kelas, kelas 1 ke kelas 2, kelas 2 ke kelas 3, dan ia mendapat juara kelas bahkan ia menjadi juara umum di sekolahnya. Sang guru seharusnya mengajarkan kepada sang anak yang didiknya, yang ia ajarkan bahwa sekolah bukanlah tempat untuk bersaing, bukan menjadi tempat kalah mengalahkan. Sekolah bukan tempat untuk saling menjatuhkan. Sekolah yaitu untuk menimba ilmu dan tempat untuk mengolah rasa kemauan, kemampuan dalam diri sang anak.
Sekarang Menteri Pendidikan Indonesia telah tergantikan, dari Pak Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. dan digantikan oleh seorang insan muda cerdas berjulukan Pak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. kini Pak Muhadjir Effendy menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sebuah gebrakan gres yang dibentuk oleh Pak Presiden kita beserta Wakil nya, yaitu Pak Ir. H. Joko Widodo dan wakilnya Pak Prof. Dr. K.H. Ma'ruf Amin.
Kini dingklik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dijabat digantikan oleh Pak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. seorang pengusaha Indonesia yang terjun kedalam dingklik pemerintahan yang sedang di pimpin oleh Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin.

Kabarnya kini Menteri Pendidikan yaitu Pak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A.
mempunyai beberapa rancangan atau beberapa planning yang akan digunakannya untuk pendidikan Indonesia di masa depan dan di masa yang akan datang. Kabarnya Pak Nadiem Makarim yang menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem mendapat alokasi anggaran belanja sebesar Rp 35,7 triliun untuk tahun sekarang. Berarti artinya Pak Nadiem mempunyai kesempatan dengan anggaran dan uang yang diberikan oleh negara untuk memperbaiki dan memperbagus pendidikan yang ada di Indonesia ini.

Dimana anggaran tahun kini ini
Sebagian besar bersumber dari rupiah murni (99,97%) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (0,03%). Dari total anggaran tersebut 24,9% dengan tujuan untuk belanja pegawai, antara lain untuk honor pegawai Kemendikbud serta pembayaran TPG ( Tunjangan Profesi Guru ) Non PNS ( Pegawai Negeri Sipil )  dan sebanyak 31,5% untuk belanja barang antara lain santunan pemerintah yang dipakai untuk perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan yang selanjutnya  sebanyak 4,1% untuk belanja modal dan sebanyak 39,5% dengan tujuan untuk belanja santunan sosial yang antara lainnya yaitu untuk Program Indonesia Pintar. Dengan tujuan ini, Kemendikbud akan melanjutkan tujuan acara prioritas dan strategis yang akan direncanakan dan diterapkan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan serta kompetensi murid di seluruh Indonesia.

Adapun 11 hal mengenai acara prioritas yang telah dibentuk dan  telah direncakan oleh negara, yaitu dintaranya adalah

  1. Program Indonesia Pintar (PIP) Rp 17,9 T
  2. Sarana pendidikan antara lain untuk revitalisasi Sekolah Menengah kejuruan dengan memakai pendekatan gres "Multiple Treatments" yang dinamakan Paket Program Revitalisasi Sekolah Menengah kejuruan Rp 3,6 M
  3. TPG Non PNS Rp 212,3 M
  4. Sertifikasi guru Rp 40 M
  5. Penyelenggaraan Ujian Nasional Rp 8,4 T
  6. Akreditasi satuan pendidikan Rp 85 M
  7. Peningkatan sarana PAUD Rp 720 juta
  8. Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Rp 60 M
  9. Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Rp 60 M
  10. Beasiswa darmasiswa Rp 650 juta
  11. Beasiswa unggulan, dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri Rp 7,5 M

Dengan begitu, inshaallah mutu pendidikan di Indonesia bisa lebih baik dibawah instruksi dari Pak Nadiem Makarim ini, kita doakan saya biar pendidikan di Indonesia lebih baik dan akan lebih baik di masa depan dan di masa yang akan tiba ini.

Tidak ada komentar