4 Jenis Masker untuk Pekerjaan Khusus

Semenjak menggunakan masker menjadi kewajiban, banyak orang yang berburu masker melalui toko jual masker kain, terutama ketika masker sekali pakai ludes di pasaran. Masker kain memang dianjurkan oleh pemerintah karena masker ini mudah diperoleh dan terjangkau.


Adanya pandemi Covid-19 memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa menggunakan masker adalah hal yang sangat penting. Tetapi, penggunaan masker pada tenaga medis berbeda dengan kebanyakan orang.


Berbagai Jenis Masker


Selain masker medis, terdapat berbagai jenis masker. Fungsi masker disesuaikan dengan kondisi lingkungan penggunanya. Selain itu, jenis masker tertentu juga memiliki jangka waktu terbatas pada penggunaanya.


Berikut ini adalah berbagai jenis-jenis masker untuk pekerjaan-pekerjaan khusus:


  1. Masker Respirator Partikulat

Masker jenis ini memiliki tiga tipe penyaringan sesuai dengan tingkatnya yaitu FFP1, FFP2, dan FFP3. Ciri dari masker ini adalah adanya katup untuk memudahkan pernafasan. Tingkat penyaringan partikel udara pada masker Respirator Partikulat mulai dari 80%, yaitu pada FFP1. Penyaringan FFP2 memiliki tingkat yang lebih tinggi lagi hingga 94%. Sedangkan FFP3 memiliki tingkat penyaringan hingga 99%.


Masker Respirator Partikulat digunakan untuk orang yang berada di lingkungan dengan kualitas udara sangat buruk atau di lingkungan dengan udara yang rentan terkena gas beracun.


  1. Masker Bedah

Pada saat pandemi Covid-19 merebak, masker bedah dijual sangat mahal karena langka. Masyarakat mengenal masker bedah yang memiliki tiga lapisan dan biasanya di jual di minimarket atau apotek.


Masker bedah sebenarnya digunakan untuk tenaga medis saat melakukan operasi atau berada di lingkungan rumah sakit. Ketika masker jenis ini langka dan lebih dibutuhkan oleh tenaga medis, masker kain menjadi alternatif untuk masyarakat yang tidak berada di lingkungan non-medis. Oleh karena itu, banyak orang yang mencari toko jual masker kain.


Masker ini berfungsi untuk menahan percikan liur, darah, dan dahak. Terutama pada orang yang sedang sakit flu. Tingkat pengurangan penularannya hingga mencapai 90%.


  1. Masker N95, N99, dan N100

Masker N95 biasanya digunakan oleh tenaga medis. N95 dapat melindungi penggunanya dari partikel di udara yang berukuran hingga 0,3 mikron. Daya saring masker ini mencapai 95%. N95 melindungi penggunanya dari berbagai macam percikan mulai dari sekresi hingga cairan dengan ukuran aerosol.


Pelindung N95 dari aerosol adalah teknologi seal fit yang dirancang ketat. N95 memiliki tingkatan yang sama dengan FFP2. Masker N95 memang dirancang untuk para tenaga medis dan tidak untuk aktifitas sehari-hari oleh masyarakat yang tidak bekerja di sektor kesehatan.


Masker N99 dan N100 memiliki tingkat penyaringan yang lebih tinggi dari N95. Angka 99 menunjukkan bahwa tingkat penyaringan partikel-partikel yang ada di udara pada masker ini mencapai hingga 99%. Sedangkan N100 memiliki resistensi terhadap polutan hingga mencapai hampir 100% yaitu 99,97%.


Meski ketahanan terhadap polutan tinggi, masker dengan kode N ini kurang efektif untuk menghadapi partikel udara yang mengandung minyak. Kode N pada masker N99 atau N95 merupakan kode yang berarti not oil resistant.


  1. Masker R95, R99, R100

Masker dengan kode R merupakan masker yang berkebalikan dengan masker kode N. R diartikan sebagai resistant oil atau tahan partikel-partikel udara yang mengandung. Pengguna masker jenis ini biasanya berada di lingkungan dengan tingkat aerosol yang mengandung minyak tinggi.


Beberapa di antaranya adalah pekerja di tambang gas alam, tambang minyak bumi, atau tempat pembakaran batu bara seperti pembangkit listrik tenaga uap.


Masker digunakan untuk melindungi saluran pernapasan dan juga melindungi wajah. Meski sudah ada di pasaran, masker bedah lebih baik diprioritaskan untuk tenaga medis. Untungnya, saat ini sangat mudah menemukan masker non-medis dan dapat ditemukan di toko jual masker kain.

7 komentar

  1. Heh goblok, hapus artikel yang berjudul grup wa youtuber nya. Dasar Plagiat Anjing! Udah banyak yang komentar juga masih ga paham paham. Udah naik pitam yeuh! Ga bisa disabarin lagi.

    BalasHapus
  2. Heh goblok, hapus artikel yang berjudul grup wa youtuber nya. Dasar Plagiat Anjing! Udah banyak yang komentar juga masih ga paham paham. Udah naik pitam yeuh! Ga bisa disabarin lagi.

    BalasHapus
  3. Heh goblok, hapus artikel yang berjudul grup wa youtuber nya. Dasar Plagiat Anjing! Udah banyak yang komentar juga masih ga paham paham. Udah naik pitam yeuh! Ga bisa disabarin lagi.

    BalasHapus
  4. Heh goblok, hapus artikel yang berjudul grup wa youtuber nya. Dasar Plagiat Anjing! Udah banyak yang komentar juga masih ga paham paham. Udah naik pitam yeuh! Ga bisa disabarin lagi.

    BalasHapus
  5. Heh goblok, hapus artikel yang berjudul grup wa youtuber nya. Dasar Plagiat Anjing! Udah banyak yang komentar juga masih ga paham paham. Udah naik pitam yeuh! Ga bisa disabarin lagi.

    BalasHapus
  6. Heh goblok, hapus artikel yang berjudul grup wa youtuber nya. Dasar Plagiat Anjing! Udah banyak yang komentar juga masih ga paham paham. Udah naik pitam yeuh! Ga bisa disabarin lagi.

    BalasHapus